Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak pernah kuanggap lebih berharga dari udara. Tanpamu aku masih bisa bernafas dan melanjutkan hidup.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak pernah terbayang bagai bintang yang menerangi malam. Toh, ketika bintang tiada bersinar, aku masih bisa mengalami malam yang terang benderang.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak berada di urutan pertama dalam daftar orang-orang yang sangat berarti bagiku. Let say, you don’t do much and I don’t know you much.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak bilang aku cantik. Sementara yang lain yakinkan aku cukup menarik. Menurutku ini sungguh menggelitik.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak ragu untuk menunjukkan kesalahanku. Sementara yang lain kompromi terhadap apa yang jelas-jelas tidak sesuai dengan kebenaran.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak biarkan aku tenggelam dalam kenyamananku. Sementara yang lain berusaha mati-matian membuatku mengecap kesenangan semu. Hanya agar mereka kelihatan perhatian padaku.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu tidak sepenuhnya seperti yang kuharapkan. Tidak menuntut ilmu setinggi-tingginya yang bisa dicapai seseorang. Namun kata-katamu cukup bijak untuk buat aku terhenyak dan tidak lagi semata-mata menuruti kehendak.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Kamu bukan orang pertama yang kuhubungi ketika aku mendapat kabar gembira. Ketika aku mendapat apa yang kupinta pada-Nya. Bahkan saat aku bersyukur karena tidak mendapat apa yang kupikir akan membuatku bahagia.

Tapi aku kangen. Sungguh.

Semua kata ini memang tidak menunjukkan seperti apa kamu sesungguhnya. Tapi aku tahu aku menyimpan segala rasa, nilai, dan makna tentangmu. Aku harap kamu mau tahu. Karena dengan begitu, kamu akan datang ke sini. Duduk di sampingku dan mendengarkanku. Apa harapku berlebihan? Tidak, aku hanya kangen. Sungguh.

Friday, February 26, 2010 – 12:38 PM

Kok bisa ya aku tidak begitu peduli lagi dengan yang empat belas ribu dan seratus dua puluh empat jam itu? Call me impatient, but really, what would you do to make me waiting for you? I dont take nothing for answer, darling.

3 thoughts on “Tapi aku kangen. Sungguh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s