perempuan yang utuh

The idea that we can only be complete with another person is evil! Right?

Aku lupa di film apa tepatnya line di atas kutemukan. Entah di Before Sunrise atau di Before Sunset.  Yang jelas aku sukaaaaaaa sekali sama kedua film itu. Aku percaya  bahwa ketika dua hati terpaut maka terciptalah percakapan-percakapan yang cerdas. Dan aku sangat menyetujui kalimat yang dilontarkan Celine kepada Jesse di salah satu film itu.

Bukan seseorang yang akan menjadi pasangan ktia yang membuat kita utuh; seseorang yang penuh; menyeluruh. Justru, kita harus menjadi seseorang yang utuh; sepenuhnya ketika bertemu (calon) pasangan kita.

Jadi, kalau saja aku tidak beruntung menemukan seseorang-yang-diciptakan -untukku itu atau sebaliknya dia yang tidak menemukanku atau kami tidak saling menemukan satu sama lain, aku tetap perempuan yang utuh.

Aku menemukan pernyataan senada di buku Lady in Waiting. Disebutkan di bab 1 buku itu, “Pernikahan bukanlah suatu wadah yang mempertemukan dua orang yang tidak utuh sehingga dengan menikah mereka menjadi utuh. Ketika seseorang yang belum utuh memutuskan untuk menikah maka jangan harap ia bisa menemukan keutuhan dari pasangannya.”

See?

Well, the moral of this post is: jangan mimpi di siang bolong tentang calon pasangan yang bisa membuatmu menjadi manusia yang utuh. Instead, temukan keutuhan dirimu dalam Tuhan. Lho, kenapa Tuhan? Menurut lo?? Sebab, hanya dalam Tuhan, seseorang bisa mencapai tingkat keutuhan yang sepenuhnya itu.

P.S: Ada yang mau minjemin (ngunduhin) dua film itu buat aku? Hehe.😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s