My dear (6)

Pulau Pramuka
06.03.10 – 20.15

My dear,
Hujan di luar sana sudah mulai reda. Kami sudah kembali ke mess Balai Taman Nasional Kep. Seribu. Kalau tahu hujan hanya berlangsung sejenak, ingin rasanya berlama-lama di dalam air. Aku belum puas dengan segala macam kegiatan air itu. Lain kali kita harus ke sini, my dear. Lain kali aku yang akan ajarkan teknik menyelam padamu😀

Listrik sudah menyala sejak pukul 16 tadi. Kini, pulau ini terang benderang dan segala jenis musik menyapa telinga penduduk pulau ini. Oh ya, tahukah kamu bahwa awalnya pulau ini bernama Pulau Elang. Saat itu belum ada yang menghuni pulau ini. Isi pulau ini hanyalah hutan belantara yang jadi sarang burung elang. Namun ketika pulau ini mulai terkenal dan dihuni banyak orang, nama ini berubah nama. Entah tahun berapa, ada sekitar seribu orang mendatangi pulau ini untuk suatu perhelatan yang (kalau aku tidak salah) Jambore Pramuka Nasional. Aku tidak tahu jelas motivasi orang-orang berseragam cokelat tua itu, tapi akhirnya kedatangan mereka berhasil memprovokasi warga menyebut pulau ini dengan sebutan Pulau Pramuka. Entah apa jadinya, kalau saat itu yang digelar bukan Jambore Nasional, tapi Festival Hacker se-Indonesia atau Sirkus Orang-orang Aneh (Cirque de Freaks – yang pernah aku lihat di film ini).😛 Could it be Hacker Island or Freak Island? Hehe.

Hah. Aku jadi ingat cerita seorang teman yang harus mengganti nama ketika dia masih kecil cuma gara-gara sakit. Sampai sekarang aku ga ngerti apa hubungan sakit masa kecil dengan perubahan nama. Memang sih, dia pulih setelah mendapat nama baru. Tapi kan, itu kejadian yang sangat abstrak.

Ah, banyak hal yang terjadi memang sangat abstrak. Seperti kita. Jelas-jelas kamu bukan tipeku. Kamu tidak tinggi, putih, atau berkaca mata. Dan aku juga tidak memenuhi kriteriamu. Aku tidak bisa masak, tidak feminim, pun tidak sematang bayanganmu. Tapi kita? Kita adalah keajaiban. Dan keajaiban itu abstrak sekaligus nyata. Tuh kan, aku mulai ngelantur lagi.

My dear, aku akan meninggalkan pulau ini besok. Sepertinya belum banyak kenangan yang kuukir di sini. Juga belum banyak foto diri sendiri yang terekam di SLR-ku.

Aku ajak temanku untuk mengambil beberapa foto di sekitar pantai dan dermaga. Tak terasa, malam sudah menghampiri pulau yang minim pasir putih ini. Saat itu, kalau tidak diingatkan, aku tidak mengamati langit yang indah itu. Percayalah, aku begitu bersemangat foto-foto sampai tak menyadari, I’m about to see the most beautiful starry night I have ever seen. Dan tentu saja, langit yang seperti itu membuat aku speechless dan seperti tak mau beranjak.

So, there I was, berhenti sejenak hanya untuk menyimpan sebanyak-banyaknya keindahan langit berbintang itu di mata, di benak, dan di hati. Aku memang tidak mendapatkan bintang jatuh malam itu. Tapi bintang yang berjuta-juta di hadapanku itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku terhenyak.

Sebuah pesan kukirim pada seorang teman yang di ada di Barat sana🙂 Isinya singkat: Merenyuh selalu hatiku melihat perbuatan tangan Tuhanku. Oh, langit berbintang selalu saja membuatku terpesona. Ini akan jadi malam Sabtu yang tak kulupakan. Well, setidaknya aku berusaha untuk tak melupakan bintang-bintang yang indah itu.

Jangan bayangkan aku seperti bintang, my dear. Mungkin aku seindah bintang itu bagimu. Tapi tolong, aku tak mau mati berjuta-juta tahun terlebih dahulu untuk kamu nikmati keindahannya. Aku tidak mau seperti bintang. Tidak untukmu.

Bisakah liburan kali ini lebih sempurna lagi? The diving, the snorkelling, the swimming, and those beautiful stars? Oh, I could not ask for more, my dear. Mungkin bukan liburan paling mahal atau mewah yang pernah kudapat, tapi tentu saja liburan ini yang paling baik. You know why this is the best trip ever: it’s my very thought of you, my dear. Pathetic, but that’s true. That’s the pathetic truth, my dear. But we must cool about it. That’s what you said about us being separated, rite? And you know what, I am absolutety cool with it.Setidaknya hingga kini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s