Hadirkan Budaya Urban dalam “Bungkusan”

Galeri Philo Art Space kembali menggelar pameran lukisan dengan judul “Packaging”. Pameran kedua di tahun ini yang diselenggarakan galeri Philo dimulai pada 22 Maret dan berakhir 5 April mendatang. Kali ini pameran yang dikuratori Tommy Awuy itu menampilkan lukisan-lukisan karya Afdhal, Adelano, Evi Muheriyawan, Harlen Kurniawan, Herianto Maidil, I Made Bakti, dan Lia Mareza.

Tommy mengatakan, tema pameran diangkat sesuai dengan karakter umum galeri tersebut, yakni eksplorasi terhadap budaya urban. Lebh spesifik lagi, pameran kali ini mengangkat gaya hidup kelas menengah ke atas.

Asosiasi dari “Packaging” merujuk pada consumer society. Barang yang dibeli orang-orang seperti itu biasanya dibungkus dengan bagus, indah, dan menarik. Package atau bungkusan itu yang jadi salah satu fenomena urban dan diangkat dalam pameran kali ini.

“Kami memang ingin menampilkan perspektif tentang budaya Urban melalui lukisan. Biasanya Philo Art Space mengangkat budaya urban seperti fesyen atau clubbing yang sudah melekat di masyarakat menengah ke atas,” kata Tommy yang juga pengelola galeri Philo.

Melalui pameran ini, Tommy ingin menunjukkan makna packaging (bungkusan) dalam artian sempit dan luas. Menurutnya, secara sempit kita bisa melihat bungkusan sebagai nilai tambah terhadap suatu barang. Dalam katalognya ia mengatakan, apabila mendapat bungkusan yang bagus dan indah, orang cenderung memajang atau membawa bungkusan itu untuk kesan gengsi.

Bagi Tommy, kehidupan ini dalam arti luas merupakan suatu bungkusan. Sebab, masyarakat urban secara khusus ingin memperlihatkan penampilan yang menarik secara estetik.

Afhdal, salah seorang pelukis yang menampilkan tiga karyanya membidik realitas kehidupan yang berupa serba kemungkinan. Ketiga karyanya itu diberi judul Memulai Kemungkinan, Di Antara Kemungkinan, dan Mengakhiri Kemungkinan.

“Di sini saya memposisikan diri bukan sebagai laki-laki atau perempuan, namun sebagai manusia seutuhnya. Tawaran dari Tommy membuat saya mengibaratkan diri saya sebagai sebuah “bungkusan”. Dengan begitu saya mencoba membuat diri saya terlihat lebih menarik bagi diri saya dan bisa dinikmati orang lain,” kata Afhdal.

Hadir untuk membuka pameran, artis cantik Dian Nitami yang malam itu tampil dengan busana merah menyala. Dian rupanya juga pencinta seni rupa, bahkan kolektor karya-karya seni.

“Sebenarnya suami saya (Anjasmara) yang lebih dulu kenal Tommy dan dia menggemari lukisan. Ke sininya saya juga menyukai lukisan-lukisan yang bagus,” ungkap Dian ketika dijumpai di sela-sela pameran.

Dian mengatakan dirinya menghargai seniman-seniman yang mau memulai. Sebab, banyak sekali orang yang bisa melukis dengan bagus. Namun saya kasih apresiasi terhadap seniman-seniman yang berani memamerkan hasil karyanya. Saya tahu itu bukan perihal mudah.

Ketika membeli sesuatu dengan hanya melihat bungkusan pasti membuat orang bertanya-tanya apakah barang yang terbungkus itu berkualitas atau tidak. Namun “Packaging” yang ditampilkan dalam pameran ini benar-benar “packaging” yang sanggup membuat orang jatuh cinta pada pandangan pertama. (mg-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s