Komik NAIF, Penjelajah Waktu Versi Anak Band

Menyampaikan gagasan bisa melalui berbagai medium. Kalau selama ini, musik menjadi medium yang sangat ampuh untuk meluapkan ide, kini ada alternatif baru untuk itu: komik.

Adalah Franky Indrasmoro atau yang lebih dikenal Pepeng yang melihat peluang untuk menuangkan idenya melalui buku cerita bergambar alias komik. Penabuh drum band NAIF itu memang hobi menggambar sejak masih di bangku sekolah. Untuk itu ia merilis komik dengan judul “Petualangan NAIF dan Mesin Waktu”. Seri pertama komik ini diberi judul “Radio Antik” dan diluncurkan pada Selasa (16/3) di City Walk Sudirman, Jakarta.

Alumnus Institut Kesenian Jakarta ini mengatakan konsep untuk membuat komik ini sudah ada sejak 2003. Namun saat itu Pepeng belum begitu serius menangani komik dan belum menemukan orang yang cocok membantunya mewujudkan komik di pasaran.

“Sebenarnya dari 2003 saya sudah mengajak seorang teman dari IKJ untuk membuat komik ini. Namun sampai 2005, belum ada perkembangan komik itu. Lalu 2008 saya memulai lagi proyek membuat komik NAIF bersama Injun dari Rumah Warna,” jelas Pepeng.

Komik ini mengisahkan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh personel grup band NAIF yang unik dan dibumbui humor. Semua peristiwa itu melibatkan mesin waktu yang membawa tokoh-tokoh di dalamnya berpetualang ke berbagai masa.

Karakter dalam komik memang terinspirasi oleh sifat asli personel grup band NAIF yang terdiri David, Emil, Jarwo, dan Pepeng. Akan tetapi Pepeng mengakui ada penambahan sifat untuk membuat karakter lebih menarik.

Dalam komik ini, para tokoh ditampilkan persis seperti di kehidupan nyata. Apalagi kalau bukan gaya personel grup band NAIF yang khas dengan gaya retronya. Percakapan yang ada dalam komik juga, menurut Pepeng, diambil dari kehidupan sehari-hari NAIF.

Melalui komik ini, Pepeng berharap, ia bisa memberikan kontribusi untuk perkembangan komik karya anak bangsa. Untuk menjadi komikus ternama memang butuh waktu yang panjang. Komik “Petualangan NAIF dan Mesin Waktu” ini diharapkan bisa menjadi awal karir Pepeng di dunia cerita bergambar di Indonesia. Ia juga mengharapkan karakter-karakter dalam komik bisa memberi positif dan melekat di hati pembacanya.

Mesin Waktu dalam Wujud Radio
Mengambil judul “Radio Antik”, komik Petualangan NAIF dan Mesin waktu ini mengisahkan perjalanan David, Emil, Jarwo, dan Pepeng ke Jakarta di masa lalu, tepatnya pada 1972. Ini semua bermula dari radio yang mereka beli di pasar loak. Radio itu bukan sembarang radio melainkan mesin waktu yang bisa membuat orang-orang yang mendengarkannya menjelajahi waktu.

Kita bisa melihat wajah Jakarta zaman dulu dalam komik ini. Mesin waktu yang diciptakan Pepeng dalam komiknya member gambaran sekaligus perbandingan antara Jakarta di masa lalu dan masa sekarang.

“Referensi visual saya dapat dari pengamatan di lapangan. Saya juga menjumpai narasumber yang saya rasa berkompeten untuk menjelaskan Jakarta pada waktu yang lalu,” kata Pepeng yang merupakan konseptor utama dalam komik ini.

“Radio Antik” merupakan jilid pertama dari lima jilid yang siap dipasarkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Judul-judul berikutnya masih menceritakan pengalaman personel grup band NAIF akibat mesin waktu dengan masa dan kisah yang berbeda. (mg-2)

2 thoughts on “Komik NAIF, Penjelajah Waktu Versi Anak Band

  1. Ping-balik: Komik NAIF, Penjelajah Waktu Versi Anak Band « Hati dan Logika- Typhoon Pepeng

  2. that,s great. luar biasa
    saya belum baca komiknya sihh tapi saya pikir ini suatu contoh yang bagus. sambil menyelam minum air, sambil bermusik bikin komik. ehehehhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s