Fakta Saya Tidak (Mau) Cepat Lulus

Satu tanya ini sempat berkelebat dalam hati dan logika beberapa waktu lalu: Kenapa saya, dengan kesadaran penuh, memilih Jurnalistik meski saya tahu pasti kesempatan untuk lulus lama terbentang dengan lebar?

Saya tidak menyesal. Sungguh. Jurnalistik itu dunia saya, tidak kurang dan tidak lebih. Tapi pernyataan, pertanyaan, desakan, harapan, bahkan dukungan dari orang-orang sekitar, bikin satu tanya itu menyeruak kembali. Kembali? Iya, ini bukan kali pertama saya menanyakan hal itu pada diri.

Dimulai dari orang tua, apalagi Mama saya, yang terus-menerus mengungkapkan keinginannya melihat saya segera pakai kebaya di ruangan khusus wisudawan. Beberapa waktu terakhir, menyaksikan beberapa orang, termasuk kakak yang sangat dekat dengan saya, berjuang menyelesaikan studinya di Jurnalistik, bikin saya jadi bertanya-tanya kapan saya lulus.

Untuk orang awam (hehe), target saya untuk lulus tahun ini mungkin terdengar sangat realistis, malah sangat wajar hingga jadi keharusan. Namun berbeda bagi beberapa rekan satu jurusan saya. Bisa jadi mereka menganggap, keinginan untuk lulus tahun ini suatu muskil.

Seorang teman sempat tanya, apa yang bikin orang-orang di jurusan saya susah lolos, eh lulus cepat. Begini, jumlah SKS kami saja sudah sangat berat: 155 sks. Berbeda dengan jurusan lain di Fikom sekalipun. Mahasiswa jurusan lain hanya dibebankan, paling banyak, 140-an sks. Belum lagi mata kuliah kami ada yang harus dijalani di luar kelas. Contohnya job training. Mahasiswa Jurnal diwajibkan menjalani job training selama dua kali, di dua media (cetak dan elektronik). Bersyukur saya sudah menjalankan salah satu kewajiban itu dengan job training di koran Sinar Harapan. Empat puluh lima hari kerja saya habiskan di media itu. Artinya, selama hampir dua bulan saya menghabiskan waktu di luar kampus. Dan saya masih harus menghadapi job training di media elektronik (oh, Metro TV, cepat-cepatlah terima saya!). Ini artinya, saya harus kembali menghabiskan dua bulan di luar kampus.

Mungkin ini terdengar seperti keluhan. Tapi tidak. Saya bukan sedang mengeluh. Saya sedang mengingatkan diri. Bahwa kemungkinan untuk lulus lama itu sangat besar, tapi saya bersyukur. Tidak semua mahasiswa punya kesempatan emas mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja, dunia sebenarnya, sebelum punya ijazah.

Saya sebenarnya tidak ingin cepat-cepat lulus. Jujur, saya ingin lulus, paling cepat, setahun dari sekarang. Ada beberapa pertimbangan, ada beberapa urusan yang masih harus saya kerjakan selama di Jatinangor ini. Saya butuh waktu lebih, masih ingin mendampingi adik-adik KTB saya. Lalu, saya masih diharapkan tetap terlibat dalam kepengurusan di TPPM. Ditambah lagi, saya tidak sesiap itu untuk memasuki dunia alumni, dunia kerja, dunia liar yang sesungguhnya itu.

Sejauh ini, saya tidak bisa banyak kasih harapan pada orang tua. Tidak bisa menjanjikan mereka bahwa saya akan memakai toga dalam waktu dekat. Masih suka menghindar ketika mereka bawa topik lulus ke permukaan. Masih coba mengalihkan pembicaraan ketika Mama cerita tentang anak temannya yang seumuran saya dan kuliah di USU sudah lulus. Berjuang untuk menenangkan Mama dan Papa waktu mereka bilang, teman-temannya suka nanya-nanya, “Kapannya boru kita itu lulus?” (Heu. Sejak kapan temen-temen nyokap dan bokap ikut melahirkan dan membesarkan saya juga? Hehe)

*menghela nafas*

Mungkin cara yang paling ampuh menyelesaikan soal ini adalah mengutip perkataan Nabi Salomo.

“Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya”

Apa Mama dan Papa saya tahu kalimat itu? Ya, mereka tahu. Apa saya meyakini kebenaran khotbah sang nabi? Ya, saya percaya. Tapi tetap saja, ada satu gap yang bikin pemikiran saya dan orang tua jadi tidak klik, tidak nyambung, belum connected. Saya tinggal cari jembatan untuk menyambungkan jurang yang terbentang antara dua generasi ini. (Nurani: Kok masih ada ya, perihal klasik seperti ini? Mau dibawa ke mana masa depan ini?)

One thought on “Fakta Saya Tidak (Mau) Cepat Lulus

  1. Ping-balik: Tweets that mention Fakta Saya Tidak (Mau) Cepat Lulus « Logikaku, Hatiku -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s