Hari-hari Bersama BCL

BCL yang saya maksud di sini bukan Bunga Citra Lestari. Sungguh, saya tak mau membayangkan menjalani hari-hari bersama BCL yang itu. Bersyukur saya bisa menjalani hari-hari bersama BCL yang sangat menyenangkan. BCL yang saya bahas kali ini ialah abang-abang saya yang baik hati, rajin menabung, perhatian, dan sangat kocak. BCL yaitu Bang Beni, Bang Cuandi (Suandi), dan Bang Ludi (Rudi). Saya tidak tahu persis siapa yang memberikan singkatan itu untuk mereka, tapi saya nyaman menyapa mereka seperti itu.

Ketiga abang ini menetap di atap yang sama. Rumah mereka tidak jauh dari kosan saya. Jadi, kalau malam tiba dan saya sedang bersama mereka dalam suatu kegiatan, saya tidak lagi khawatir akan kepulangan saya. Mereka akan dengan senang hati mengantar hingga saya ada di depan pintu kosan (ya iyalah, secara rumah mereka di belakang kosanku!). Pun mereka beberapa kali mengunjungi saya di kosan, hanya untuk meminjam barang atau ngajak ke persekutuan atau cerita-cerita.
Dua abang pertama dalam BCL terlibat di kepengurusan yang sama dengan saya di TPPM. Hampir setahun kami bersama membahas masa depan pelayanan mahasiswa (wuidihh). Sedangkan Bang Rudi. Entahlah, sepertinya dia yang mau dekat-dekat saya karena mungkin menurutnya saya pendengar yang amat baik. Cocok sekali untuk dia, seorang pembicara yang sangat ekspresif dan blak-blakan.

Sejauh ingatan, hari-hari yang saya lewatkan bersama BCL dapat dideskripsikan dalam kata-kata ini: lucu, menyenangkan, dan kocak. Ya, selalu ada tawa dan canda ketika kami bersama. Mereka itu tipe pria Batak yang punya segudang persediaan cerita-cerita lucu. Dan, cara mereka mengemukakan kisah dan kejadian lucu itu membuat mereka benar-benar lucu. Lihat kan betapa lucunya mereka? Hal-hal kecil bisa jadi perhatian ketika mereka mengubahnya menjadi sesuatu yang lucu, yang bisa bikin saya dan beberapa orang tak bisa berhenti tertawa. Apalagi saya termasuk orang yang gampang dibuat tertawa karena saya suka ketawa๐Ÿ™‚

Selain berbagi kisah-kisah lucu, mereka juga membagi kisah cintanya bersama saya. Oh, saya suka ini. Really. Saya belajar banyak hal dari cerita mereka naksir cewek, pengorbanan mereka buat cewek yang ditaksir, atau bagaimana pedekate mereka berubah tragis dan bikin mereka seperti mau menangis. Saya jadi tahu apa sebenarnya yang ada di otak pria-pria. Jadi lebih mengerti kenapa ada cowok yang bilang suka sama saya tapi tiba-tiba ketika kami ada di tengah-tengah orang lain, dia bahkan tak berani menyapa saya. Jadi tahu, kenapa cowok suka sekali membicarakan dirinya ketika bersama saya. Mereka cuma mau pamer dalam artian positif. Cuma ingin nunjukin ke saya bahwa mereka punya sesuatu yang dibanggakan (walau ga penting-penting banget juga sih mereka berbuat gitu ke saya). Jadi bisa lebih menghargai apa yang pernah dilakukan cowok-cowok yang, katanyaaaa, suka sama saya.

Bang Beni sudah punya kekasih nun jauh di Medan sana dan dia ini yang paling jarang cerita tentang pacarnya yang saat ini menuntut ilmu di USU. Berbeda dengan Bang Su dan Bang Rudi. Kedua abang ini belum punya kekasih. Tapi saya tahu persis siapa perempuan beruntung yang saat ini menetap di hati dan logika mereka (teman-teman baik saya gitu lohhh. *ketawa puas*).

Namun sebenarnya yang bikin saya tulis kisah kami bersama ini (wekekekee..) ialah karena beberapa hari yang lalu kami menghabiskan tengah malam bersama untuk merayakan ulang tahun teman kami. Singkatnya, mereka ngajak beberapa orang untuk ngerayain ultah Mei di House of Joy (HOJ). Namun saya satu-satunya yang menyanggupi. Waktu itu saya ada di kosan teman, tapi tengah malam Bang Rudi jemput dan kami menunggu dua abang yang lain di suatu tempat makan (tepatnya di Gembul Ciseke).

Dua abang lainnya muncul dan kami memutuskan berangkat ke HOJ sekitar pukul 01.00. Di tengah jalan, Bang Rudi mengeluarkan harmonikanya sedangkan Bang Su menunjukkan suling bambunya. Saya terkaget-kaget sekaligus kagum. Zaman sekarang, berapa orang sih kenalan kamu yang bisa memainkan harmonika dan suling bambu? Tapi abang-abang yang saya kagumi itu bisa dengan apik membuat nada yang keluar dari alat musiknya sangat merdu dan jernih sekali. Bang Beni, seperti semua orang sudah tahu, adalah gitaris handal. Petikan dan rambasan gitarnya sudah tersohor di kalangan PMK di Jatinangor sini.

Kami beli buah tangan buat pihak yang berulang tahun dan melanjutkan perjalanan. Berpuluh-puluh menit kami habiskan menunggu angkot yang tiada kunjung lewat. Sembari nunggu angkot, kami malah foto-foto. Pakai laptop. Ya, si abang Rudi itu punya laptop yang, kata dia, ada kamera yang bagus untuk foto-foto. Dia salah. Laptopnya tidak bisa hasilkan foto bagus dalam kegelapan malam.๐Ÿ˜›

Karena tiada angkot di tengah malam itu, abang-abang itu menyarankan untuk jalan kaki saja. Percayalah, kalau orang lain yang ajak, saya tidak akan mau, TIDAK AKAN MAU, jalan kaki dari gerbang Unpad ke HOJ (Cikuda Atas). Tapi ini, abang-abang saya yang minta begitu. What more can I say? Hehe. Bersama mereka, jalan kaki ke HOJ itu terlalu singkat, tidak bikin lelah, pun sangat menyenangkan karena saya disuguhi dagelan yang kadang garing tapi seringnya memang sangat kocak. Sampai di HOJ, foto-foto sebentar lalu saya terlelap. Ternyata, kantuk saya sedemikian rupa sehingga tidak bisa disangkal dengan gurauan tengah malam dari abang-abang itu. (Maaf ya Mei, ga ikut seremonial ulang tahunmu).

Sebenarnya satu postingan ini takkan cukup memuaskan saya untuk kasih tahu kamu tentang betapa mereka punya pengaruh positif bagi saya. Atau bagaimana mereka sering jadi malaikat penolong buat saya. Atau bagaimana mereka kasih pencerahan pada saya, dengan tak sengajanya. Atau bagaimana saya sudah anggap mereka abang sendiri (dan aku tahu mereka juga anggap saya adik sendiri. Hihi). Makanya tak heran saya kadang jadi mellow ketika mikirin Bang Su yang udah lulus dan bakal hengkang dari Jatinangor untuk bekerja. Bang Rudi dan Bang Beni juga hampir menyelesaikan penelitian mereka dan dalam waktu yang dekat, saya doakan, dapat gelar sarjana. Udah ah. Malu saya kalau mereka tahu saya mellow begini๐Ÿ˜‰

One thought on “Hari-hari Bersama BCL

  1. Ping-balik: Tweets that mention Hari-hari Bersama BCL ยซ Logikaku, Hatiku -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s