Reuni Mini ala SMAN 4

Long weekend di Bandung bisa jadi kutukan sekaligus anugerah. Kutukan karena membuatmu stuck berjam-jam di jalan. Apalagi kalau tempat tujuan liburanmu sama dengan ribuan orang lainnya (baca: Ciwalk dan PVJ). Dan begitu sampai di tempat yang dimaksud, yang kamu dapati ribuan orang itu berkumpul di mall: tertawa, foto-foto, ngopi, (window) shopping, menganalisa tiap orang yang lewat, menikmati hidangan di café, memerhatikan film-film yang lagi diputar di bioskop, dan lainnya. Namun, tidak ada yang bisa menyangkal, long weekend adalah anugerah, yang tidak bisa tiap orang dapatkan. Sementara saya dan beberapa teman dari masa sekolah menengah atas (SMA) berkumpul di Bandung, senior saya ini malah ada di Bekasi. Untuk bekerja. (Now, we can see that life’s not that fair, huh?!)

Saya ini bukan siswa gaul waktu sekolah di SMAN 4 Medan. Tidak begitu banyak yang saya kenal, pun sebaliknya. Bisa dihitung jari lah yang kenal sama saya waktu di sekolahan. Tapi saya tidak pernah kekurangan teman. Saya tidak popular, tapi saya selalu punya teman di sekolah. Sahabat-sahabat saya. Sudah hampir tujuh tahun kami saling mengenal. Dulu, kami tergabung dalam suatu geng ini, namanya, ehemm, (d’oh rada malu menyebutkannya), Nice 9aLz. Kamu boleh tertawa, mencaci, mencela, menghina, anggap itu norak atau apa. Tapi itulah kami dulu: enam cewek SMA, labil, dan last time I checked, setidaknya di angkatan kami, kami cukup dikenal.

Long weekend (28-30 Mei) kemarin menciptakan kesempatan reuni kecil-kecilan geng saya waktu SMA ini. Walau ternyata, yang available, hanya tiga dari kami. Satu orang, meski tinggal di Bandung, sedang ada kegiatan rohani di Lembang sana, jadi tidak bisa ikut. Dua lainnya, setia berada di Medan. Makanya, kami mengajak beberapa teman di luar geng tapi masih sepaham dengan kami, untuk bergabung (many thanks to @felixtambunan for accompany us and @FransForever, yang udah nyempet-nyempetin ketemu padahal lagi gaol sama kru OZradio di PVJ. Hehe.)

Pernah, waktu seorang teman dari sekolahan bilang lagi kumpul sama beberapa alumni SMAN 4, saya berkata begini, “Kita satu sekolahan ga sih dulu? Kok kayaknya aku ga kenal sama orang-orang yang kau sebutkan itu ya?” Pasalnya, saya tak kenal satu pun dari nama-nama yang dia sebutkan, yang sedang bersamanya waktu itu. Saya merasa asing. Pun waktu dia ceritakan beberapa kejadian yang pernah dia alami di sekolah dulu. Padahal kami satu angkatan. Dan waktu kelas 3, kelas kami hanya dipisahkan satu dinding. Bikin saya minder juga karena saya pikir, “Apa saya ini segitu-tak-gaulnya sampai gak kenal orang-orang lulusan sekolah saya?”

Hal itu tidak terjadi di long weekend kemarin. Berkumpul dengan orang-orang yang menjalani masa sekolahan bersama membuat cerita kami sama. Kejadian-kejadian yang diceritakan sama dengan yang ada di memori saya. Begitu juga dengan orang-orang yang diceritakan. Orang-orang yang saya kenal juga. (Eh, ada beberapa yang nggak aku kenal deng. Raja yang dulu dipukulin Riyo di depan IPS karena cemburu itu orangnya yang mana yaa?)

“Nasib” kami pun tak jauh berbeda rupanya. Sama-sama (lebih) kenal dan percaya Kristus di persekutuan kampus, dimuridkan dan memuridkan, jadi pengurus (pelayan) di PMK, dan juga ikut kegiatan-kegiatan rohani. Walau pergumulan sekarang agak-agak berbeda: @juliahutapea sudah punya tambatan hati, sementara saya dan @rentalisa masih bertanya-tanya, “Memang kalau smsin si abang itu dan nanya kabarnya tiap hari bikin aku kayak orang aneh ya?”. Untuk urusan perkuliahan, Moren senang menunda kelulusan demi mencari sesuap nasi dan pengalaman tak terlupakan dengan magang di NGO, Julia masih belum menuntaskan perang antara tugas akhir dengan facebook dan twitter (hehe, peace, juleha). Sementara saya, umm, what can I say, saya belum menyentuh skripsi sama sekali. Masih harus menanti panggilan dari media yang tertarik mencantumkan nama saya di daftar anak magang. Atau kalau besok mereka tidak kasih itu panggilan, saya akan pindah ke lain hati, eh ke lain media yang cukup jelas butuh saya, eh, butuh anak magang.

Percakapan-percakapan dengan teman sekolahan memang selalu menyenangkan. Mungkin ini juga yang Ello dan teman-temannya maksud waktu nyanyiin “Buka semangat baru..” Oase seperti itu yang saya (dan mungkin yang lainnya) butuhkan kala meniti langkah demi langkah di gurun-bernama-kehidupan ini. Saya sih tidak begitu peduli, siapa lebih sukses dari siapa. Yang penting itu niatan untuk berbagi, untuk stay in touch betapa sibuknya dirimu (*lirik @rentalisa*), untuk cerita-cerita tentang orang-orang di sekitar kita supaya kita bisa belajar (iya gak, @juliahutapea?), untuk tidak melupakan apa yang pernah kita alami waktu masih sama-sama labil dulu dan petik pelajaran dari situ, atau sekadar menertawakannya (pastinya @felixtambunan yang paling inget kisah-kisah memalukan di SMA). Dan karena jarangnya, pertemuan-pertemuan seperti yang saya dan teman-teman SMA lakukan kemarin menjadi sangat berharga, tidak mau dilewatkan. Jadi, saya tak akan tarik kesimpulan banyak dari pertemuan kemarin (I keep it to myself. Hehe.), saya hanya akan menanti pertemuan serupa di lain waktu. Semoga ketika saatnya tiba, saya tidak segan-segan membatalkan rencana saya, supaya bisa kembali berbagi dengan alumni dari SMA terfavorit di Kota Medan itu (hahahahaaa…)

30 May 2010 – Apa saya yang salah menilai atau kurang pintar menganalisa ya, tapi menurut saya, kita yang sekarang tidak jauh berbeda dengan kita waktu SMA. Beneran dehh. Apalagi waktu Moren ngambek karena Sabrina tidak nyamperin dia di awal-awal kedatangannya. So immature. Just like high school students, rite? 😉 Tapi itu kan kadang-kadang. Percakapan-percakapan cerdas kita lantas mematahkan pikiran itu kok, teman-teman.😛

p.s: Jangan sampai lupa ya, seperti yang tidak pernah diharap-harapkan kita malah “terjebak” sama dua MC promosi produk kewanitaan di depan FO dan “terpaksa” nyanyi “Karena Wanita ingin dimengerti..” dengan merdunya (cieh julehaaaa..) sehingga layak dapat goody bag (yang jadinya buat akuh ituh).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s