Wisata Kuliner Kala Magang (4)

Kembali lagi saya sapa kalian (berharap pembaca merujuk jamak :P), dalam wisata kuliner kala magang. Seperti yang kalian tahu, saya ini penggemar es krim (Yeay, I scream for ice cream!). Untuk itu, Jumat (25/6) malam, saya mau jauh-jauh bertandang ke daerah Margahayu, Bandung untuk mencicipi es krim yang rasanya ragam: manis, asem, asin, dan PEDAS. Tak percaya. Itu reaksi saya waktu teman sepenanggungan kasih tahu ada es krim rasanya pedas. Satu-satunya cara untuk membuktikan kebenaran info dari teman sepenanggungan, ya, mencoba es krim itu.

Sub-zero-frozen. Itu nama kafe mungil yang menyediakan es krim rasa nano-nano + pedas. Tempatnya jauh di pelosok (Hehe. Damai, Kang Ican :D). Terletak di daerah Margahayu, tapi bukan di pinggir jalan besar. Untuk pembaca di luar Bandung, perlu saya informasikan, di daerah Margahayu ada perumahan yang nama-nama jalannya itu terdiri dari nama-nama tata surya. Well, nama jalan besarnya memang Jl. Tata Surya. Dan tiap gang di situ dinamai berdasar nama-nama planet. Begitu juga dengan urutan letaknya dari jalan protocol (disesuaikan dengan urutan tata surya). Sub-zero-frozen (SZF) ini ada di Jl. Saturnus. Jadi kalian bisa bayangkan ya, betapa jauh itu dari jalan utama.

Untuk mencapai di SZF, kita bisa naik becak yang banyak tersedia di persimpangan. Ongkos becak dari jalan utama ke SZF ini 5.000-8.000 (sesuai kemahiran menawar). Kalau tiba di SZF, pasti tidak menyangka, kafenya amat mungil, padahal es krimnya sudah cukup terkenal (pernah diliput 14 stasiun TV , lokal dan nasional; dimuat di 2 surat kabar; dan tercatat di situs berita yang ngaku perdetik itu). Didominasi oleh warna biru, kafe ini tampil dengan desain modern. Ada dua belas pilihan rasa es krim di kafe ini. Yang paling terkenal (kata Kang Ican) ya es krim yang pedas, rasa black pepper. Saya sudah coba. Dan benar sekali, pedas’e minta ampun. Oke. Lebay. Saya tidak tahan pedas. Jadi es krim rasa black pepper itu seperti membakar lidah saya waktu menikmatinya.

Es krim asin. Rasa keju. Jelas-jelas bukan favorit teman sepenanggungan.🙂


Teman sepenanggungan (saya “paksa”) pesan es krim rasa Cheddar Cheese. Kenapa harus dipaksa? Karena doi anti-keju. Haha. Rasakan! (Keju kan, enak banget, toh?!) Dan benar juga, es krimnya enak sekali. Rasa kejunya tidak main-main. Terasa benar di lidah. Berbeda dengan home-made-ice-cream lain yang rasanya rada “ngasal”, es krim yang ini, mungkin karena “ciptaan” tangan alumnus ENHAI, jadi terasa sangat lezat seperti es krim yang namanya sudah mendunia. Rasa pedas dan asin es krim itu akhirnya dinetralisir oleh suguhan segelas mungil pepsi blue. Tarraaa. Pedasnya hilang dan saya malah nagih😀

Pedassssss. *huhhahhuhhahh*


Tadinya saya kecewa karena lokasi SZF sangat jauh dari peradaban. Tapi pernyataan Kang Ican bagaikan oase di tengah gurun bagi saya. “Kita udah buka cabang kok di Jatinangor. Kamu tahu Saung Budaya Sumedang, kan? Di situ juga ada es krim kita,” kata Kang Ican. Mata saya langsung berbinar-binar.

Kamu ada rekomendasi es krim yang layak tes? Jangan segan-segan kabari saya yaaa..😀
Adios, eskrimo..!

P.S: Kang Ican itu Manager Operasional SZF. Alumnus Teknik Sipil ITENAS. *heh? Insinyur toh!*

UPDATE: Tulisan serupa dibuat oleh teman sepenanggungan bisa dipantau di sini. Enjoy! Sluurrppp…

5 thoughts on “Wisata Kuliner Kala Magang (4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s