Tak Peduli Mereka Anggap Kelaminku Apa

Kenalkan nama saya Sally. Oke. Bukan nama sebenarnya memang. Nama asliku Surya. Aku, kata orang-orang, waria. Wanita sekaligus pria. Atau bisa juga tidak jelas wanita apa pria. Ada juga sih yang menyebut wadam (hawa-adam). Aku tak peduli. Aku tidak pernah peduli mereka mau panggil aku apa. Karena aku yakin mereka pun tidak peduli padaku. Mereka cuma mau menghakimiku. Mereka pikir hidup mereka sudah sangat suci sampai harus beri sebutan khusus padaku. Aku manusia. Itu saja yang perlu orang-orang ketahui.

Di sini aku tidak akan menceritakan kisah hidupku ketika aku putuskan untuk bertransformasi menjadi wanita. Buat apa? Orang-orang hanya akan lebih gencar menuding aku. Sudah cukup aku terima sebutan tak pantas sepanjang sejarah hidupku. Aku ingin bercerita tentang kisahku mengikuti reality show yang ditujukan untuk kaumku.

Kalian pasti sudah tahu. Tahun lalu, aku berhasil masuk TV nasional. Wajahku menghiasi layar kaca kalian semua. Aku tahu pasti ada yang iba, malas, maupun jijik melihat kaumku bisa punya reality show sendiri. Seumur hidup pun aku tak pernah membayangkan hal itu terjadi dalam hidupku.

Awalnya aku diajak teman ikut audisi. Setelah menyingkirkan puluhan orang di kotaku, aku dan teman dekatku Meimei (dulu namanya Memet) berhasil ke Jakarta untuk ikut program yang katanya bisa mengubah aku jadi laki-laki sejati.

Kalau kalian tanya pendapatku, reality show ini sangatlah basi. Mengubah kami menjadi pria sejati? Tidak semudah itu, wahai produser. Kami boleh saja dituntut menjalani hidup bagai ikut wajib militer, tapi toh di dalam sini, kami tetaplah kami yang sekarang. Ditambah lagi presenter yang disuguhkan sangatlah ganteng dan menarik. Bukan tipeku sih, tapi kalau kami sudah bertemu mata dengan mata, jantungku seperti berdesir. Dan sungguh, sulit sekali untuk melepaskan pandangan dari badannya yang mantap itu.

Aku tidak akan menceritakan detail tentang reality show ini. Tidak banyak yang terjadi. Waktu berada di kamp militer, kami diteriaki, disuruh mengikuti kegiatan yang bertentangan dengan hati nurani sendiri. Walau memang, ada kesempatan kami diberi gaun dan panggung sehingga  bisa merealisasikan mimpi menjadi model catwalk. Tidak banyak yang berubah juga ketika aku ikut program pengubahan jati diri itu. Aku masih nyaman dengan aku yang sekarang.

Apa yang mau aku ceritakan di sini hanyalah sepenggal kisah yang kualami di balik layar kaca. Ternyata keputusanku ikut reality show itu membuat kekasihku kecewa. Donny, kekasih yang sudah empat bulan ini bersamaku, merasa hal itu sama sekali tidak penting. Jangan menghakiminya dulu. Menurutku, ketidaksetujuannya itu karena dia peduli padaku dan tak mau aku disakiti. Dia tidak tahan mendengar cacian ditujukan padaku oleh orang-orang yang tonton aku dan puluhan waria lainnya. Suatu ketika, ia malah putuskan aku. Setelah aku bilang sesuatu tentang hubungan kami.

Waktu itu aku begitu emosional. Tanpa direncanakan, aku berdiri di depan kamera, dan dengan mata berkaca-kaca, aku bilang begini, “Bukti bahwa kami manusia, kami bisa mencintai dan ingin dicintai. Orang-orang boleh benci aku, tapi aku tahu kekasihku Donny akan selalu mencintaiku dan suatu saat yang tepat akan meninggalkan istrinya yang sekarang.”

Dunia boleh ikut terharu denganku. Tapi Donny, dia tidak bisa terima. Sebelumnya dia tak pernah bentak aku. Pernyataanku itu bikin dia berang. Bahkan ia ingin hubungan kami disudahi saja. Aku hanya bisa menangis. Ya, tentu saja aku menangis. Badanku boleh kekar, sebagai wanita aku terlihat terlalu gagah, tapi jujur, hatiku sering menangis. Namun baru kali itu, hatiku menangis karena Donny. Sebelumnya dia tidak pernah bikin aku sedih. Mungkin memang aku yang salah.

Aku tidak memenangkan apapun dalam reality show itu. Aku malahan harus mengalami kekalahan dalam percintaan karena program itu. Tapi jangan kalian harap aku akan menyerah. Aku manusia, dan akan terus hidup sebagai manusia. Kegagalan boleh terjadi, tapi aku tidak mau berhenti berjuang. Aku tetap semangat. Tak peduli mereka anggap kelaminku apa.



One thought on “Tak Peduli Mereka Anggap Kelaminku Apa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s