Wisata Kuliner Kala Magang (7) – last edition

Puji Tuhan masa job training sudah berakhir. Tidak bisa menyebutkan satu persatu hal yang  saya syukuri dikasih kesempatan magang di Metro TV biro Bandung. Terutama saya bersyukur karena bisa menjalani itu semua bersama teman sepenanggungan. Saya senang sekali bisa jalan-jalan dengan motif liputan ke Subang, bertemu bupatinya dan melihat kesenian khas Subang yang keren. Saya juga senang dikasih kesempatan kunjungan ke Istana Negara di Bogor (lengkap deh sebagai warga negara. Hehe).

Dengan berat hati, di edisi ini saya mengakhiri rangkaian “Wisata Kuliner Kala Magang”. Bersyukur sekali bisa liputan sekalian wisata kuliner. Ternyata ragam kuliner di tanah Padjadjaran ini sangat kaya sehingga seperti tidak habis-habisnya untuk “dijelajahi”.

Maio Burger. Itu nama tempat makan yang jadi topik kali ini. Apa uniknya burger yang dijual di Jl. Dipati Ukur, Bandung, ini? Banyak sekali. Yang paling unik, menurut saya, rasa mayonnaise-nya. Nama tempatnya saja dibuat berdasarkan keunikan rasa mayonnaise di tempat ini. Kalian tentu tahu rasa mayonnaise kan? Mayonnaise yang disuguhkan Maio berbeda dengan mayonnaise di tempat lain karena tidak hanya manis tapi ada rasa asem. Itu yang bikin mayonnaise di sini sangat segar.

Semua yang ada di Maio serba “bikin sendiri”. Maio punya orang-orang yang menciptakan bahan-bahan untuk membuat burger untuk usaha mereka. Kalau kalian masih ingat band The Milo dan ingat gitarisnya, Taufik, dia inilah yang membuat mayonnaise khusus buat Maio. Bukan. Taufik ini bukan lulusan jurusan Tata Boga. Justru, dia lulusan jurusan hitung-menghitung uang (orang) alias Ekonomi. Taufik juga tidak begitu suka memasak. Salah satu dari tiga pemilik saham Maio ini hanyalah penggemar makanan. Kegemarannya itu memacu dia untuk kursus memasak hingga bisa “ciptakan” mayonnaise khas Taufik yang dipersembahkan untuk Maio.

Tidak hanya mayonnaise, roti dan daging untuk membuat burger di Maio juga dibikin sendiri. Untuk roti mereka pakai roti pandan buatan sendiri. Mengapa roti Pandan?

“Roti itu dipakai karena lebih lembut dari roti yang biasanya dipakai untuk membuat burger,” jelas Taufik yang harus mundur dari pekerjaan di bank swasta untuk buka usaha Maio Burger.

Satu-satunya yang tidak bikin sendiri di Maio yaitu keju. Namun, karena “beda” menjadi motto Maio, mereka memesan keju khusus dari Kraft. Menurut Taufik sih, supaya keunikan burger di Maio terjaga. Jadi jangan harapkan burger yang rasanya biasa-biasa saja kalau kamu berkunjung ke Maio.

Bukan hanya rasa unik yang ditawarkan gerai makanan yang pertama kali dibuka Februari 2009 ini. Tampilan burger Maio pun sangat khas. Burger biasanya dibungkus dengan kertas atau plastik khusus makanan. Hal itu tidak berlaku untuk Maio. Orang-orang Maio lebih pilih daun pisang untuk membungkus burgernya.

Daun pisang? Tidak lazim memang. Tapi, untuk yang satu ini, Maio telah lakukan riset panjang. Menurut hasil riset mereka, daun pisang mengandung polifenol untuk membuat roti pandan jadi lebih empuk. Taufik mengakui, tampilan burger dengan daun pisang membuat burger Maio tampak khas Indonesia. Dan, menurut saya, bukan hanya rasa yang penting dari makanan. Tampilan juga sangat krusial. Karena ketertarikan sama suatu makanan diawali dengan ketertarikan sama penampilannya. Iya tho?

Roti pandan dan daun pisang sebagai pembungkus itulah yang membuat burger di Maio disebut-sebut burger hijau (green burger). Soal harga, Maio cukup bersahabat. Burger atau hot dog paling mahal hanya seharga 13.500 rupiah. Apa lagi yang kurang? Rasa, tampilan, dan harga di Maio memang “megang banget” deh.

Eh, kok, teasing banget ya tulisan kali ini? Saya saja jadi pengen ke Maio lagi😀 *lap iler*

*nom nom nom*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s