Berita Kehilangan

Baby Nikon, I'm gonna miss you soooooo :((((

Baby Nikon, I'm gonna miss you soooooo :((((


Bagaimana jika sesuatu yang kamu takutkan benar-benar terjadi? Apakah kamu merasa marah, kecewa, sedih, atau biasa saja?

Sesuatu itu terjadi pada saya, Sabtu (21/08) kemarin. I was having so much fun with my bro. Sampai malamnya ketika sampai di kosan Abang, sesuatu yang saya takutkan selama ini terjadi. Kamera dan ponsel ketinggalan di taksi. Apesnya, waktu itu baby Nikon dan baby Moto ketinggalan di taksi dengan manajemen paling buruk yang pernah ada. Padahal, sebelumnya, dua kali naik burung biru.

Malam itu hujan mengguyur Jakarta dengan derasnya. Banyak sekali calon penumpang di depan Plangi jadi Abang saya bilang, tak usah naik taksi “Burung Biru” tapi taksi “Kilat” yang putih itu. Tapi begitu taksi “Economic Enterprise” (baca: Kperasi) lewat, Abang berhentikan dan saya ikutan naik.

Everything went normal. Kami lewat tol dan sepertinya si supir sudah hafal jalan ke Rawamangun. Karena hujan dan saya sudah capek jalan seharian, saya sempat tertidur di dalam taksi. Kalau biasanya saya suka perhatiin “daleman” taksi, kemarin itu tidak. Saking gelapnya, saya benar-benar tidak lihat muka si supir. Saya cuma lihat kartu pengenal yang ditempel di dashboard. Itu juga cuma ingat nama supir: KALIM.

Ketika sampai dan Abang mau bayar, si supir coba nyalakan lampu dalam mobil tapi gagal (atau saya curiga si supir sengaja gak bisa nyalain lampu). Jadinya Abang kasih duit tanpa minta kembalian. Setelah bayar, doi langsung kabur, takut basah kena hujan. Saya, karena masih lumayan ngantuk, turun dengan malas-malasan. Begitu sampai di kamar, saya mau ambil ponsel, tapi cuma menemukan satu ponsel, sedangkan yang satu lagi, setelah saya bongkar isi tas, tidak ketemu. Ditambah lagi Abang saya tiba-tiba tanya, “Mana kamera, tin?” Ha? Sejak dari Plangi, Abang yang pegang kamera, saya pikir doi yang bertanggung jawab untuk jaga itu kamera. Taunya, karena tadi hujan, doi buru-buru keluar taksi dan meninggalkan Nikon D-SLR yang malang.

Langsung deh Abang kejar taksinya pakai motor. Saya di kamar, googling nomor pool perusahaan taksi itu. Dan sudah berulang kali ditelepon tidak ada jawaban. Begitu juga dengan nomor saya, yang tidak mendapat respon.

Abang saya hampir sejam di Cawang dan tidak menemukan satu pun taksi dari perusahaan yang sama, lewat. Jadinya doi pulang dan melanjutkan pencarian di pool taksi keesokan harinya. Seperti yang sudah saya bilang, manajemen perusahaan taksi itu buruknya minta ampun. Taksi tidak kembali ke pool melainkan ke bos masing-masing yang terpencar di berbagai sudut kota Jakarta, bahkan ada yang sampai Bekasi. Sistem perusahaan itu benar-benar merugikan penumpang. Saya kesal sekali. Dan sebenarnya desperate juga bisa menemukan kamera dan ponsel saya.

Baby Nikon umurnya baru dua tahun. Dia sudah membantu banyak orang di berbagai momen. Dia sudah menceriakan hati orang-orang dengan gambar yang ditangkapnya. Saya sedih dia harus hilang. Dan kalau tentang baby Moto, selain ponselnya, saya juga kesal harus kehilangan nomor Telkomsel Flash yang selama ini saya pakai untuk modem. Hukz. Eh, tapi buat yang terakhir, kayanya pacar saya yang lebih sedih menerima kenyataan, tidak bisa chatting dalam waktu dekat.😛

P.S: Menerima sumbangan untuk menggantikan baby Nikon. Hihi.😀 Dan maaf kalau sempat bilang “Sinting” sama seseorang yang minta saya merelakan kepergian kamera dan ponsel saya. I didn’t meant it, darling. I was really upset. Kamu mengerti kan?

One thought on “Berita Kehilangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s