Pecinta Kenyamanan

Percaya atau tidak, saya dulu sering mempertanyakan pada Dia-yang-punya-segala-jawaban: “Kenapa hidup saya nyaman-nyaman saja?”

Punya orang tua dan saudara yang mencukupkan segala kebutuhan (dan keinginan semata), punya teman-teman yang selalu ada kapan pun saya butuh, bertemu orang-orang yang helpful meski tidak terlalu kenal, punya kekasih yang berusaha untuk jadi yang terbaik, dan semuanya.

Saya kerap mengeluh, minta “dihajar” supaya jadi pribadi yang lebih kuat. Siapa tahu, jalan di depan saya begitu terjal sehingga saya mau dibentuk dari sekarang. Supaya kelak, saya sukses melewati berbagai tantangan.

Tapi sekarang, sekarang saya hanya bisa bertanya sama diri sendiri: “Kenapa selama ini memilih hal yang membuat saya nyaman saja?”

*menghela nafas*

Ampunilah aku, si pencinta kenyamanan, ya Bapa.😦

Foto diambil dari sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s