Diajarin Menulis (3)

Mari Menulis!:)

Mari Menulis!:)

 

Kembali lagi dengan saya, yang akan meringkas kelas menulis bersama Bang Sam. Sudah masuk pertemuan ketiga. Kali ini tugas pertama dikumpulkan. Dan ini yang menimpa hati dan logika: “Haduh ga layak kumpul banget ini, ide tulisan gw biasa banget. Alurnya juga masih hancur deh. Beneran nih cuman dikasih satu halaman untuk menuangkan ide?” Tapi tak mau saya menyerah sebelum berperang. Kumpulkan sajalah dulu. Semoga pikiran dan perasaan saya itu tidak sejalan dengan Bang Sam.😀

Di pertemuan ketiga ini, Bang Sam mengenalkan cara baca yang unik. Loh, kok cara baca, bukannya kelas menulis, ya? Jadi gini loh, saudara-saudara, penulis yang baik pastilah juga pembaca yang baik, dan tidak selalu berlaku kebalikannya. “Bacaan adalah perbekalan penulis untuk membuat bacaan sendiri,” begitu dituliskan Bang Sam dalam panduan “Pelatihan Menulis 2010”.

Cara baca pertama yakni membaca dengan mata ayam. Wow. Saya kan tidak pernah jadi ayam, bagaimana bisa membaca dengan mata ayam? Halooo, dikau tak perlu ke bulan untuk tahu gravitasi tak berlaku di bulan. Kita punya peneliti untuk itu. Terima kasih pada Tuhan. Cara baca mata ayam berarti penulis mengikuti bacaan “dari bawah” dan menikmati semua yang bisa dilihatnya, sebut saja kosa kata, kalimat, ejaan, tanda baca, ide, dll.

Yang kedua,penulis bisa gunakan mata burung ketika membaca. Cara kedua ini saya sebut cara membaca dengan cerdas. Penulis melihat alur bacaan “dari atas” untuk mendapatkan hubungan antar-unsur-unsur yang terlihat “dari bawah” (dari mata ayam). Setelah itu, penulis mengambil simpulan-simpulan dari penglihatan menyeluruh.

Kalian belum mengerti? Tak apa. Memang sulit memahami cara baca di atas tanpa praktek. Jadi, kalau mau tahu lebih jauh, sila hubungi Bang Sam. Atau kalau berminat sangat, ikuti kelas menulis periode ajar berikutnya.

Untuk memahami lebih jauh tentang cara baca kelas diberi tugas menghasilkan tulisan melalui pembacaan pasal tiga dari bukunya dengan judul Memandu Bangsa: Ide-ide Nasrani untuk Kemajuan Negeri. Pasal yang dimaksud berjudul: “Tujuan Kita Kumpul-Kumpul”. Saya sudah punya, sudah baca, dan sudah terkagum-kagum dengan tulisan Bang Sam.

Kalau-kalau ada yang penasaran, tulisan saya seperti apa, saya berencana mempublikasikannya di sini. Tapi, saya cek kadar kepercayaan diri dulu yaaaaa..😛

 

 

Gambar asalnya dari sini ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s