Diajarin Menulis (5)

Halo Pembaca! Sepertinya sudah banyak yang menunggu saya membeberkan apa yang terjadi di Kelas Menulis bersama Bang Samuel.😛 Sabtu (23/10) siang, saya dan teman-teman seperjuangan berkumpul untuk diajarin menulis. Karena sudah pertemuan kelima, seharusnya ada peningkatan. Kalau mau tahu kemampuan menulis saya meningkat atau tidak, tanyakan saja pada Bang Sam. (Kayanya sih nggak juga!😀)
Pada pertemuan terakhir, Bang Sam menjelaskan tentang menyampaikan ide melalui kerangka tulisan Ia mengistilahkan ide sebagai “roh” dan kerangka tulisan sebagai “jasad” dalam sebuah tulisan. Menarik, bukan? Ya, saya sebenarnya sudah tahu perihal kerangka tulisan ini. Tapi oh tetapi, jarang sekali mengaplikasikannya dalam kegiatan menulis sehari-hari.

Kenapa, Tina? Tentu saja karena malas dan tidak mau repot. Apalagi kalau cuma mau bikin tulisan yang tidak sampai seribu kata. Seingat saya, kerangka tulisan saya bikin kalau mau tulis feature yang cukup panjang dan terlalu banyak hal untuk diingat –jadi harus dituliskan dalam kerangka. Selain itu, selama ini saya tidak begitu anggap penting kerangka tulisan. Toh, tanpa kerangka, saya masih bisa menghasilkan tulisan. Selama ini saya pikir, membuat kerangka itu ribet, ngerepotin doang. Dan Bang Sam mengubahkan pikiran itu. (Tsaahh!)

Bang Sam memberi contoh proses “Curah Ide” yang dia lakukan ketika menulis “Ayah dan Pusaka Anak Panah”, yang dimuat dalam warta jemaat suatu gereja. Waktu dijelaskan, tampaknya mudah untuk merinci tulang-tulang penyusun kerangka tulisan. Tinggal menuliskan hal-hal pokok yang kita mau ada di tulisan. Tulang-tulang itu kemudian, diberi peran masing-masing: judul, latar belakang, maksud dan tujuan, bahasan, dan kesimpulan.

Ketika ide dipadukan dengan kerangka, terciptalah tulisan. Menurut saya, itu keren sekali. Keren sekali karena kita bisa merencanakan suatu tulisan sedemikian rupa dan sangat detil, -tidak hanya mengungkapkan ide dalam pikiran, hingga lahirlah tulisan seperti yang sudah dirancang. Bukankah keren jika kita bisa merencanakan sesuatu dan mewujudkannya?

Seperti rencana-rencana lain dalam hidup, kerangka tulisan pun bisa berubah waktu proses menulis berlangsung. Ngng, bagaikan merencanakan kuliah empat setengah tahun, tapi melenceng karena satu dan lain hal gitu deh. *curhat*😉

Begitulah, Pembaca yang budiman. Kerangka tulisan bukan hanya nambah-nambahin kerjaan aja. Kalau kata tentor-tentor tersohor di tempat bimbingan saya waktu SMA, “Persiapan yang baik adalah kunci keberhasilan. Tanpa persiapan, yang ada hanyalah kegagalan.” Jadi, kalau tidak mau gagal dalam menulis, biasakan untuk membuat kerangka tulisan sebagai persiapan, ya. Niscaya, hidup penulisanmu akan jauh lebih mudah. *ngomong sama diri sendiri*

N.B: Terima kasih untuk orang-orang yang mengapresiasi apa yang saya lakukan di sini (baca: mendokumentasikan kelas menulis). Dan, tolong seseorang katakan pada Bang Sam, jangan sering-sering menyinggung penulisan skripsi dalam kelas. Hahahaaa…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s