Akhir Tahun, Petualangan Gulliver, dan Lainnya

Mungkin saking sudah berabad-abad lamanya tidak berbelanja, saya jadi tidak begitu minat datang ke pusat perbelanjaan, mengunjungi toko demi toko, melirik-lirik barang yang menarik di pandangan mata, melakukan tawar-menawar barang, dan akhirnya membeli/meninggalkan barang itu. Singkatnya, perhatian saya pada kegiatan berbelanja jauh menurun.

Jadilah, di hari terakhir 2010, ketika teman-teman saya, sebut saja Sabrina, Moren, dan keluarga Moren berkunjung ke Bandung Trade Centre (BTC), saya dan mantan suami jadi-jadian saya, Aldo malah nonton di 21 BTC. Hanya ada satu film yang layak tonton kala itu: Gulliver’s Travel. Yang lainnya film Indonesia, tidak ada yang layak lirik, apalagi ditonton.

Gulliver’s Travel saya nobatkan jadi film terakhir yang saya tonton untuk 2010 karena beberapa hal. Pertama, pernah menangkap dengar pendapat orang kalau film itu lucu. Karena yang main di film itu Jack Black awalnya saya pesimistis karena rata-rata film doi ber-genre slapstick (lelucon kasar). Tapi entah kenapa, saya memberi kesempatan pada Jack Black untuk menghibur saya di hari Jumat itu.

Tahun 2010 bukan tahun terbaik dalam hidup saya. Entahlah. Bukannya tidak bersyukur. Tiap tahun punya keajaibannya masing-masing menurut saya. Tapi, untuk 2010, setelah beberapa kali berkontemplasi, sebenarnya ada beberapa penyesalan yang menyusahkan hati dan logika. Untuk itu, saya berharap Gulliver’s Travel bisa membuat saya tak berlama-lama menatap penyesalan itu. Alih-alih, saya akan menertawakannya dan belajar dari kesalahan-kesalahan saya.

*spoiler alert*

Gulliver’s Travel berkisah tentang ketidakpercayaan diri (dan bagaimana mengatasinya) dan bagaimana seseorang menikmati hidupnya ketika orang-orang di sekitarnya “memerhatikan” dia. Lemuell Gulliver bekerja di ruang surat sebuah perusahaan. Pekerjaannya mengantarkan surat-surat ke pegawai perusahaan itu. Dia berusaha untuk tidak terlihat sama orang-orang di kantornya saking dia tidak percaya dirinya. Dia merasa dirinya “hanyalah tukang surat”.

Hanya satu pegawai yang membuat Gulliver ingin terlihat: Darcy Silverman. Redaktur desk “Travel” ini sebenarnya tidak pernah mendapat kiriman surat, tapi Gulliver kerap melewati ruang sang redaktur. Hingga suatu hari, Gulliver memberanikan diri masuk ke ruangan Darcy dan ujung-ujungnya Darcy menugaskan Gulliver untuk membuat liputan tentang Segitiga Bermuda.

Keajaiban terjadi. Gulliver ditelan ombak Segitiga Bermuda dan ketika bangun ia mendapati dirinya menjadi raksasa. Ngng, tidak juga. Tubuhnya tetap, hanya orang-orang di sekitarnya yang seukuran biji korek api sehingga Gulliver tampak seperti gergasi.

Gulliver terdampar di Kerajaan Liliput. Awalnya ia menjadi tahanan namun suatu peristiwa membuatnya diperhitungkan di tempat itu. Malahan ia diangkat jadi orang penting di situ. Ini membuat Gulliver sangat nyaman berada di tengah-tengah para liliput. Untuk itu dia melakukan banyak hal yang di dunia nyata hanya bisa dimimpikannya. Salah satunya merayu wanita. Tapi untuk hal ini dia hanya membantu temannya untuk merayu Putri Liliput.

Menyaksikan Gulliver di Kerajaan Liliput seperti membangkitkan keinginan terpendam saya untuk berada di tengah-tengah orang yang tidak dikenal dan memulai “hidup baru”. Ide mengawali kehidupan yang sebelumnya tak pernah dijalani, menurut saya, sangat menggiurkan. Mungkin bukan saat ini, mungkin bukan tahun ini, tapi saya berharap diberi kesempatan untuk menjalani “masa-masa Gulliver” dan bersiap untuk momen itu.

Kapan terakhir kamu menjalani “masa Guliver” – ditempatkan di kehidupan baru dengan orang-orang baru? Apa kamu masih ingat bagaimana rasanya?πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s