Percakapan dengan Ketua Kelas

Ketua Kelas: “Sudah kucoba mengungkapkannya, mungkin kau yang belum peka”
Aku: “Waktunya tak tepat, maafkan aku”
Ketua Kelas: “Sampai kapan, harus kutunggu, tin??”
Aku: “Mungkin.. hanya mungkin.. kau tak seharusnya menunggu..”
Ketua Kelas: “Hmm, sekejam itukah kau menutup jalanku???”
Aku: “Karena dari awal bukan aku yang membukanya.. kau saja yang mendobraknya”
Ketua Kelas: “Kenapa harus mendobrak, kalau kuncinya bisa kau berikan padaku untuk membukanya?”
Aku: “Kuncinya sudah hilang ke mana entah.. bersama ribuan kata gombal dari kisah bersama pria yang telah lalu.”
Ketua Kelas: “Kalau kau hanyut dengan gombal itu, kenapa tak kau pegang erat kunci itu??”
Aku: β€Ž”Terkadang, sekalipun kau punya kuncinya, pintu itu tetap tidak akan terbuka. Iya, kan?” **
Ketua Kelas: “Setidaknya aku punya sebuah cara untuk membuka pintu itu..”
Aku: “Dan aku akan mengusahakan diriku untuk tetap tidak peka.”

N.B: Berasal dari status Ketua Kelas yang amat menggoda untuk dikomentari dengan jiwa yang sepenuhnya melankolis. :p

2 thoughts on “Percakapan dengan Ketua Kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s