Patah Hati Bukan Kata yang Tepat untuk Ini

Patah hati bukan kata yang tepat untuk ini. Aku selalu mencoba untuk memungkiri. Tapi kenangan tentangmu selalu saja bikin aku ingin mengurung diri. Dan selalu menyisakan pedih di ujung jemari. Katakanlah aku lelah karena terlalu sering dimarahi. Tapi emosi negatif itu hanyalah hasil transaksi. Ketika aku menjual tragedi yang merusak hari dan kau merespon seperti sesungguhnya pembeli. Semacam kesepakatan lantas terjadi. Di ujung diskusi kita akhirnya bertemu dengan refleksi. Katakan padaku, kapan semua ini akan berhenti?

-Tamauli Tina-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s