Kisah tentang Kita

Kisah tentang kita serupa sidik jari. Unik, hanya ada satu kisah seperti kita. Karena kita pun diciptakan unik. Yang satu takkan persis sama dengan yang lain. Dengan begitu kita akan selalu bisa menemukan kisah kita di tumpukan kisah-kisah cinta yang lain. Yang dijejerkan di perpustakaan yang diisi berbagai riwayat dari berjuta-juta pasangan. Kita pasti mengenali yang mana kisah kita. Karena cuma ada satu kisah seperti yang kita miliki.

Kisah tentang kita mungkin saja remake dari kisah puluhan tahun lalu yang orang tua kita jalani. Atau kisah yang merasuk ke dalam pikiran seorang sutradara yang lalu diubah jadi ide cerita dalam roman sebuah film. Tapi tentu saja ada tambahan di sana-sini. Tambahan konflik, juga kebahagiaan. Dan jangan lupakan pengurangan adegan-adegan yang saking begitu “drama”-nya hingga kita enggan menjalani. Kita memutuskan untuk melewatkan adegan itu di belakang kita. Memilih fokus pada adegan lainnya, yang membuat kita makin mengenali karakter yang tengah berperan di kisah ini.

Kisah tentang kita bisa jadi hanya sebuah sinetron yang sutradaranya bahkan belum tahu akan diakhiri seperti apa. Di suatu saat, ia sedang terlampau senang sehingga kisah kita dibuatnya menjadi drama romantis dengan adegan penuh kebahagiaan beberapa lamanya. Akan tetapi, ketika derita dirasanya, kisah kita pun diubah menjadi sesuatu yang completely mellow. Tidak mustahil juga ia segera mengakhiri kisah kita. Bukan dengan happily ever after yang selama ini kita impikan, tapi dengan tragedi yang tak pernah kita bayangkan. Ah, rasa-rasanya Penulis kisah kita tidak mungkin labil seperti itu.

Kisah tentang kita. Ada kamu yang menolak untuk berhenti barang sejenak. Mengerti betul kita hanya akan terlalu lelah untuk bisa berjalan lagi. Ada aku yang masih berlatih to make you feel my love. Setelah sekian lama langkahku tak tertatih, tapi belum bisa bilang berjaya di setiap pertandingan yang sekaligus jadi pembuktian.
Baiklah.

Nobody said it was easy.
Oh, it such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it will be so hard
I’m going back to the start

Bukankah sesuatu yang sulit membuat kita lebih giat untuk memperjuangkannya? Seperti seorang bijak yang berkata, “Semakin dalam kapal selam menenggelamkan dirinya di dalam samudera, maka semakin besar tekanan yang harus dikalahkannya.” Kita pun demikian, Sayang, kamu yang paling tahu itu.

Semoga kita berbahagia dengan kisah yang tengah kita jalani saat ini! =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s