Dua puluh Dua

Dua puluh dua. Sesungguhnya saya belum banyak memikirkan tentang angka itu. Belum membongkar-mendapatkan makna apa yang disimpan angka kembar itu di kotak kehidupan. Belum menyusun strategi agar sukses menjadi dua puluh dua. Dan lebih penting lagi, keputusan-keputusan apa saja yang harus saya ambil untuk membuat dua puluh dua itu bahagia. Karena saya ingin bahagia.

Dua puluh dua saya jemput bersama kekasih. Melalui perjalanan yang cukup jauh. Butuh dua belas jam untuk menjelang dua puluh dua. Tas kami berisi perlengkapan yang cukup untuk menyambut dua puluh dua. Di dalamnya ada rencana, harapan, gelisah yang disimpan di antara peralatan mandi, dan juga senyum yang tak pernah habis. Oh ya, jangan lupakan es yang sudah mencair di bis yang penuh keringat dan lelah karena terus disengat mentari.

Tapi begini, beberapa lama sebelum dua puluh dua datang di depan mata, saya sudah punya perasaan bahwa tahun ini akan jadi istimewa. Awalnya tidak begitu mau tahu apa yang istimewa dari tahun ini, pun si dua puluh dua. Namun, seperti yang tak biasanya, kekasih memberi kejutan tentang dua puluh dua. Katanya, “Kamu tahu kan di tahun ini kamu akan lulus dan bekerja!”

Lima detik pertama logika saya merasa puas, “This is it!. Inilah yang membuat tahun ini dan dua puluh dua ini spesial.” Tapi, hati saya berkata lain. Katanya, bukan itu. Terus logika tanya, “Lantas apa dong yang lebih istimewa dari kedua hal itu? Coba pikirkan, tidak setiap tahun kan kau lulus kuliah dan terjun ke dunia kerja?” Ada sesuatu yang lain yang hati ingin utarakan, tapi dia enggan mengungkapkan. Dan saya tak mau memaksa. Saya hanya butuh percaya. Menanti dengan percaya.

Jadi, tentang apakah dua puluh dua? Pada suatu waktu yang tepat, saya akan tahu. Dan kamu, kalau kamu juga mau tahu, tunggu saja tanggal mainnya. Aku janji akan membisikkannya di telingamu.🙂

*Ini perenungan telat yang didapat dari jalan-jalan ke rumah perempuan sore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s