Jauh Banget tapi Deket Banget

Hai sayang, bagaimana ya aku harus memulai surat ini? Aku gak mau basa-basi. Aku kangen kamu, kamu pasti tahu. Dan aku juga tahu banget kamu kangen aku. Tapi ini bukan surat kangen. Ini surat cinta.๐Ÿ˜€

Baru seminggu kita dipisahkan oleh satu Surat Keputusan (SK) dari pemerintah. Mereka ambil kamu dari sisiku, dan tempatkan kamu di Makassar nun jauh di sana. Aku gak pernah ke Makassar. Meski beberapa temanku berasal dari situ, tapi aku gak kebayang bagaimana sesungguhnya kota itu. Katanya, mahasiswa di situ doyan tawuran. Semoga kamu gak ikut-ikutan ya, sayang. Kamu kan bukan mahasiswa lagi. #dijitakmanja

Aku tahu SK itu memberatkan hidup kita yang sebelumnya pun tidak mudah. Baru saja aku diterima kerja di media idaman tapi kamu malah dimutasi ke pulau lain. Sulit untuk tidak mempertanyakan mengapa harus begini. Tapi kita sepakat, karena kita ini ciptaan Allah yang diciptakan untuk kemuliaan-Nya, tidak seharusnya mempertanyakan rancangan Allah. Kita juga tahu semuanya terjadi untuk masa depan yang baik, bukan untuk mencelakakan kita.

Long distance relationship bukan sesuatu yang baru bagi kita. Tapi setelah setahun bersama, ketemu hampir tiap hari, menjalani LDR yang kedua kalinya lebih berat dari yang pertama. Berat karena perubahan drastis terjadi di hubungan kita. Sekarang, kalau mau saling menguatkan (dan sayang-sayangan) cuma via telepon genggam dan internet. Sedih? Seringnya begitu. Tiap malam rasanya mau nangis membayangkan hari ini gak ketemu kamu, pun besok begitu. Tiap hari bilang kangen, tapi hati ini tak terpuaskan. Tiap hari menyatakan โ€œCoba aja kamu ada di sini!โ€ tapi tak mau membohongi diri lebih lanjut. Eh, kok kayanya kita gak bahagia gitu ya?๐Ÿ˜›

hai, kamu lagi apa, sayang? :)))

Aku selalu ingat kata-katamu, kita lah yang memilih bagaimana berespon terhadap keadaan. Mau sedih atau bahagia, mau mengutuki atau bersyukur, itu semua pilihan kita. Kata-kata itu seringnya menyelamatkanku. Ketika mata mulai basah karena rindu kehadiranmu, aku pilih untuk bersyukur. Toh kamu hanya pindah kantor, bukan pindah ke lain hati. Ketika dada mulai sesak karena ingin sekali ada kamu di sampingku, aku pilih untuk tersenyum. Toh, kamu di sana juga sangat merindukanku dan aku gak pernah sendiri. Jarak kita mungkin 1413 km jauhnya, tapi tidak ada spasi antara hati kita.๐Ÿ™‚

โ€œDistance is not for the fearful, it is for the bold. It’s for those who are willing to spend a lot of time alone in exchange for a little time with the one they love. It’s for those knowing a good thing when they see it even if they dont see it nearly enough.โ€

Jadi, mari terus bersyukur untuk kesempatan berjauh-jauhan seperti ini. Aku di sini dan kamu di sana, tapi kita bisa sama-sama bertumbuh. Kita ini istimewa, makanya dipercayakan untuk hubungan jarak jauh.๐Ÿ˜€ #selfpukpuk

Seminggu telah berlalu dan aku terus merindukanmu. Aku sayang kamu, meski tak selalu bertemu. Menginginkanmu selalu di sisi, aku tak jemu-jemu. Tapi hingga saat itu tiba…

#30HariMenulisSuratCinta Surat Cinta ini Teruntuk Kekasih Jarak Jauhku, @roniokto. Kekasih yang jauh sekaligus amat dekat.๐Ÿ™‚

2 thoughts on “Jauh Banget tapi Deket Banget

  1. aih si tinaa.. senasib kitaaaa. walopun ak cuman jkt-cirebon, tp tetep aja ngga bisa ketemu sering2. hehe. tapi gpp kok tin. makin jauh, makin kangeen.. pas ketemu, lebih berbunga2 drpd pas sering ketemu.. dan pastinya jd lbh menghargai waktu2 yang sedikit itu๐Ÿ˜‰
    smangat yaa sodarakuuuu, tina-selalu-di-hatii :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s