Dua. Tiga.

Disclaimer: Postingan ini bersifat sangat pribadi. Jadi, kalau kamu sedang sibuk di kantor dan entah mengapa bisa membuka blog ini, silakan saja melanjutkan kesibukanmu. Atau kalau kamu sedang iseng saja mengetikkan alamat blog ini di salah satu tab di browser-mu, percayalah, waktumu lebih berharga jika membaca blog orang lain.

 

Dua. Angka itu begitu sempurna kalau kuhadapkan pada kamu yang sering merasa sendiri. Kamu begitu benci angka satu karena ia berdiri seorang diri. Tak ada siapa-siapa di sisimu untuk menemani. Angka dua itu lengkap, katamu, makanya ia selalu bikin iri pada yang menyendiri. Dua tangan, dua kaki, dua bola mata, dua hati. Tidak ada lagi sendiri. Dua bikin hidupmu tidak begitu sepi lagi.

Kamu bertemu angka dua ketika kamu benar-benar menikmati menjadi seorang diri. Setelah berlelah-lelah menunggu, kamu pastikan dirimu berdamai dengan sendiri. Toh, kamu jadi belajar untuk bisa mandiri. Hidup memang begitu, penuh kejutan yang penuh arti. Kamu terkejut-kejut ketika ada dia yang melengkapi hidupmu justru di saat kamu tidak lagi marah pada kata โ€œsendiriโ€.

Tiga. Angka itu begitu supernatural ketika kamu ingat tentang Trinitas. Tritunggal Allah, Anak, dan Roh Kudus. Begitu juga tiga persembahan yang dibawa untuk bayi Yesus oleh orang majus. Kamu pun tak bisa lupa pada angka tiga lainnya yang tertera dalam kitab Kudus. Sebelum ayam berkokok, tiga kali Petrus menyangkal Yesus. “Yang sudah ada, yang ada dan yang akan datang”, puji makhluk sorgawi tentang Tuhan dengan tiga kata kudus.

Tiga juga mengingatkan bahwa dua yang kamu kira lengkap, ternyata tidak begitu. Apalah kalian berdua jika tidak ada tempat mengadu. Akui saja kalian sempat belagu. Sama-sama merasa yang ketiga itu tidak perlu. Bersyukur karena kalian bertobat, tak usah lagi kuungkit yang dulu-dulu. Jangan sampai tulisan ini jadi terasa syahdu.

Selamat Dua Tiga!

Lalu hadirlah dua tiga. Dua puluh tiga, tegasmu. Keduanya dipakai Beckham di suatu masa, jadi nomor di punggungnya sementara ia mencetak prestasi. Pepatah pun menyebut-nyebut angka ini. Katanya, sekali mendayung dua tiga pulau bisa terlewati. Ah, sudahlah, kamu yang paling tahu bagaimana pepatah itu bekerja dalam hidupmu.

Ada juga ayat yang menyebutkan di mana dua-tiga orang berkumpul, di situ Ia hadir di tengah-tengahnya. Ya, kamu tak pernah meragukan Ia hadir bersamamu. Meski kadang kamu lupa dan harus kembali buka lembaran kenangan. Supaya ingat sejarah-Nya dalam hidupmu.

Ah, itu sih kamu saja yang bikin angka-angka itu spesial. Tapi kamu memang suka mengistimewakan hal-hal. Being normal is a total bore, seingatku kamu pernah bilang begitu. Itulah yang bikin kamu juga istimewa.

Akhir kata, selamat menikmati dua dan tiga. Dua puluh tiga pasti penuh tantangan. Dua puluh tiga bahkan dimulai dengan kangen yang menggunung. Dua puluh tiga membuat kamu berpikir banyak tentang masa depan. Satu yang perlu kamu ingat, dua puluh tiga tidak akan bisa dilewati sendiri. Kamu punya tempat bersandar, jangan cuekin Dia. Kamu punya tempat penghiburan, datanglah pada-Nya tiap saat.

 

Selamat dua puluh tiga untukmu!

3 thoughts on “Dua. Tiga.

  1. Selamat mengarungi kehidupan 23 untukmu. Di sana banyak tantangan yang tak terduga, tapi percayalah Dia senantiasa di sisimu untuk menuntun. Dia hanya minta kamu peka terhadap keberadaanNya.
    Miss you muchy much bebb :*

  2. happy birthday!
    i copied some of ur words if u don’t mind.
    your entry is beautiful i must say.๐Ÿ™‚

    take care!

    -im frm malaysia by the way-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s