Sehari Kenyang di Bogor! :D

Perhatian, perhatian! Postingan kali ini panjang sekali dan bisa bikin kamu lapar, jadi waspadalah yaaa! 🙂

Sudah ribuan kali rasanya, saya mengungkapkan keinginan untuk berkunjung ke Bogor. Tapi, baru beberapa hari setelah merayakan ulang tahun, saya dan patjar berkunjung ke kota hujan itu.

Kami berangkat pagi-pagi sekitar jam 8. Naik bis Transjakarta ke Cawang dan kami pun melaju dengan kereta commuter line menuju Bogor. Tujuan utama adalah indehoy wisata kuliner.

Terima kasih pada kecanggihan mbah Google sehingga setelah browsing sana-sini, menetapkan makanan apa saja yang mau dicoba, saya puas mengelilingi Bogor. Dan tentu saja, tak perlu banyak bertanya soal arah atau lokasi karena ada Google Maps di ponsel pintar si patjar. Dalam daftar, ada macaroni panggang, pizza meteran, apple pie, dan coklat dari Death by Chocolate yang ingin kami nikmati.

Kami tiba sekitar pukul 10.30. Belum ada tanda-tanda hujan tapi Bogor memang terasa sejuk. Tempat pertama yang kami kunjungi Jalan Salak. Menurut info yang saya dapat dari Google, di jalan itu ada macaroni panggang yang enak. Namun, saya salah tempat sepertinya. Tadinya mau ke tempat ini, tapi karena duluan ketemu Salak Schotel Huis Resto, ya jadinya dadahdadah sama MP deh. Menyesal? Pastinya, tidak. Karena macaroni panggang yang kami pesan di sini juga enaknya bukan main. Saya pesan Macaroni Schotel Italiano yang di dalamnya ada Smoked Beef (daging sapi asap), Minced Beef (daging giling), Sausages (sosis sapi), Edam Cheese (keju tua), Cheddar Cheese (keju), Cream Cheese (saus keju), UHT Milk (susu cair). Kejunya terasa banget. Makanan ini cocok sekali disantap dengan udara Bogor yang dingin karena disajikan hangat. Oiya, harga satu porsi macaroni ini cukup mahal sih kalau kata saya, yaitu 39 ribu rupiah. 😀

yummy macaroni schotel :-9

 Salak Schotel Huis Resto

Lokasi: Jalan Salak no. 30 Bogor

Jam buka: Senin – Jumat 10.00 – 21.00; Sabtu 10.00-22.00; Minggu 10.00-21.00

Perut kenyang dan hati pun senang. Ya, benar sekali. Walaupun satu porsi macaroni itu dilahap oleh kami berdua, ternyata tetap mengenyangkan. Tadinya mau langsung menikmati Pia Apple yang terkenal itu, tapi sayang perut berkata lain. Akhirnya kami jalan kaki dari Jalan Salak menuju Jalan Pangrango. Dekat sekali ternyata, pemirsah. Tapi, jalanan kota Bogor sepertinya tidak bersahabat dengan pejalan kaki. Jarang sekali ada trotoar yang layak injak alias nyaman untuk pejalan kaki. Jalanan di Bogor yang kecil sepertinya tidak memerhatikan kenyamanan pejalan kaki. Sayang sekali, padahal Bogor termasuk kota kecil dan dengan rute angkot yang “beda” (beda rute pergi dengan rute pulang), jalan kaki pasti sangat sering dilakukan. Nah loh, curhat deh.

Baca lebih lanjut

Iklan