Demi Lajang dan Menikah sama-sama Bahagia

Sebetulnya, kurang komprehensif kalau saya menulis artikel ini, karena saya cuma merasakan bagaimana jadi lajang. Saya tidak tahu rasanya menikah sampai sekarang. Tapi, ada satu artikel yang menarik hati dan logika saya. Kalau mau baca lengkapnya di sini. Dan saya berharap, saya masih berpikiran yang sama dengan penulis artikel itu ketika saya menikah nanti. (JANGAN TANYA KAPAN! Hahahaa)

Jadi, dari artikel itu saya menemukan istilah baru. Smug married people. Ouch. Seem like some people I know. Iya, menurut saya, ada beberapa orang yang begitu bangganya menikah sehingga mereka merasa mereka lebih hebat dan lebih bahagia daripada para lajang. To be happy is something and to brag about it is another thing. Padahal, argumen mereka cuma satu: sudah menikah. *terdengar teriakan SOWHATGITULOH dari kejauhan*

Married vs Single

Baca lebih lanjut